Environment and development
in coastal regions and in small islands

Also available in English

Pengelolaan pantai masuk agenda utama pemulihan ekonomi

Jakarta, 14/7 (ANTARA) - Menteri Eksplorasi Laut Sarwono Kusumaatmadja di Jakarta, Jum'at, mengatakan Indonesia telah memasuki era baru dengan memasukkan pengelolaan pantai dan sumber daya laut dalam agenda utama pemulihan ekonomi dan reformasi politik.

"Kami mempunyai komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan pemerintahan yang lalu. Pendekatan dari atas ke bawah, terpusat dan berdasarkan sektor semata telah menyebabkan kerusakan lingkungan hidup, konflik sosial, serta berkurangnya pendapatan serta kesempatan bagi generasi mendatang," ujar Sarwono pada acara diskusi tentang Manajemen Zona Pantai Teluk Jakarta and Pulau Seribu.

Teluk Jakarta menjadi teluk yang paling tercemar di Asia antara lain akibat limbah yang berasal dari rumah tangga dan industri serta reklamasi tanah, ujarnya pada diskusi yang diselenggarakan oleh UNESCO itu. Menurutnya, pencemaran tersebut bahkan meluas hingga ke Pulau Seribu, dan untuk membenahi masalah tersebut merupakan tantangan utama bagi pemerintah dan masyarakat Pengelolaan wilayah pantai mesti diintegrasikan dengan manajemen perkotaan serta daerah aliran sungai, kata menteri.

Ketua Divisi Daerah Pantai dan Pulau-pulau Kecil UNESCO Dr. D. Troost mengatakan komponen penting yang tercakup dalam program pengelolaan wilayah pantai adalah Iptek, sosial budaya, ekonomi dan pendidikan serta komunikasi. Ia juga menekankan pentingnya hubungan pengelolaan pantai dan kota guna melindungi wilayah pantai dari dampak negatif berbagai kegiatan yang dilakukan di daratan, terutama yang menghasilkan limbah.

Walikota Jakarta Utara Subagyo, yang juga hadir pada acara diskusi tersebut, mengatakan bahwa dari 13 sungai yang mengalir hingga ke Teluk Jakarta, hanya delapan yang mempunyai alat penyaring limbah.

Sementara itu, Direktur UNESCO Jakarta Prof. Stephen Hill dalam pidato sambutannya menjelaskan bahwa program UNESCO yang menyentuh langsung masyarakat bawah di wilayah Teluk Jakarta dan Pulau Seribu merupakan refleksi perubahan di dalam UNESCO.

Badan PBB yang berpusat di Paris ini duluhnya lebih berkutat dengan masalah Iptek semata. Namun kini program-program UNESCO menghubungkan antara Iptek dan kesejahteraan masyarakat, tambahnya.

"UNESCO sedang melaksanakan restrukturisasi dan desentralisasi," ujarnya. Setelah acara diskusi yang dihadiri oleh wakil-wakil dari LSM, lembaga-lembaga pemerintah, sekolah, media dan kedutaan asing itu, para peserta mengadakan kunjungan ke proyek-proyek percontohan UNESCO antara lain daerah pelestarian bakau di Muara Angke, pengelolaan limbah di pasar tradisional Pluit serta pusat daur ulang di Kapuk Muara.

Source: Indonesian National News Agency (ANTARA), 14 July 2000

Introduction Activities Publications Search
Wise Practices Regions Themes