| Lingkungan
hidup dan pembangunan di kawasan pesisir dan di pulau-pulau kecil |
LINGKUNGAN
HIDUP DAN PEMBANGUNAN DI
KAWASAN PESISIR DAN DI PULAU-PULAU KECIL
sebuah
wahana kegiatan lintas sektoral untuk
mengembangkan ‘kegiatan tepat guna’
|
Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil - Tantangan apa yang dihadapi ? |
|
| Suatu pendekatan terpadu | |
| Membudayakan kegiatan tepat guna | |
| Acuan dasar kegiatan | |
Peranan pentingnya

Friksi
dan ketidak seimbangan
|
![]() |
Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan tantangan khusus untuk dikelola. Keadaan fisik, ekologi dan keragaman sosial budaya menyebabkan pengelola harus berhadapan dengan ketidakpastian yang tinggi.
Untuk menghadapi tantangan itu, dirumuskan satu pendekatan yang dikenal sebagai “Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (PKPT)” yang bertujuan untuk mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengelola tingkat daerah dan nasional, serta para ilmuwan di bidang pengetahuan alam dan ilmu-ilmu sosial.
Dengan membangun dan menjalin hubungan berbagai sektor dalam masyarakat tersebut, PKPT merupakan suatu pendekatan baru untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk kawasan pesisir. Meskipun demikian, masih banyak yang harus dilakukan untuk mengembangkan, menguji dan menerapkan strategi lintas sektoral yang dapat menyelesaikan ketegangan dan memberikan pemecahan persoalan secara berkelanjutan.
Dibentuk tahun 1996, Lingkungan Hidup dan Pembangunan di Kawasan Pesisir dan di Pulau-pulau Kecil (CSI) menekankan pendekatan terpadu dalam pemecahan permasalahan penting di kawasan pesisir. Secara umum tujuannya adalah membantu negara-negara anggota dalam menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan, berkeadilan sosial dan sesuai dengan budaya masyarakat di kawasan pesisir.
UNESCO memanfaatkan pengalaman sektor Ilmu Alam dan Ilmu Sosial – termasuk Komisi Oseanografi Antar Pemerintah, Program Korelasi Geologi Internasional, Program Hidrologi Internasional, Program Manusia dan Biosfir, dan Program Pengelolaan Transformasi Sosial – sektor Budaya, Komunikasi dan Pendidikan serta jaringan kerjasama di lebih dari 180 negara.
Sebagian besar kegiatan-kegiatan CSI diterapkan khususnya melalui pengembangan proyek-proyek percontohan berdasarkan pada ilmu alam dan ilmu sosial, baik dalam bentuk pengetahuan maupun praktek lokal. Tema-tema pokoknya meliputi:
Kegiatan-kegiatan utama tersebut merupakan titik awal untuk menangani secara lebih mendalam masalah pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Pelatihan interdisiplin dan pendekatan terpadu terus ditingkatkan melalui jaringan global kerjasama antara UNESCO Chairs dan berbagai universitas dalam menangani persoalan-persoalan pesisir.
Pengalaman yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan ‘kegiatan tepat guna’ dalam pembangunan secara berkelanjutan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kebutuhan yang khusus akan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil telah diutarakan dalam rekomendasi dan rancang tindak yang dirumuskan pada berbagai konferensi internasional.
Lingkungan
Hidup dan Pembangunan di Kawasan Pesisir dan di Pulau-pulau Kecil
ORGANISASI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA MENGENAI PENDIDIKAN, ILMU
PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN
1, rue Miollis, 75732 Paris Cedex 15, France
csi@unesco.org
http://ww.unesco.org/csi
http://www.csiwisepractices.org
(username = csi ; password = wise)
fax: +33 1 4568 5808.